Friday, December 9, 2011

Hadiah Ulang Tahun untuk Ayah

Desember ceria!
Alhamdulillah, sampai detik ini, saya masih diberikan nikmat hidup dan (Insya Allah) sehat lahir batin. Sungguh karunia Tuhan Yang Maha Esa yang wajib disyukuri karena beberapa teman sudah 'pergi' dan beberapa teman yang lain mendapatkan cobaan sakit baik lahir maupun batin.

Alhamdulillah juga, beberapa hari yang lalu, saya bisa memperingati 'hari jadi' sebuah proses kelahiran seorang anak manusia ke dunia fana ini. Hari yang menandakan kalau umur saya semakin bertambah dan sudah selayaknya kalau saya harus semakin waspada, tau diri, bersikap dewasa dan bijaksana dalam menjalani hidup dan kehidupan.

Beberapa teman, sahabat, keluarga dan relasi kerja/ bisnis menyampaikan ucapan 'selamat ulang tahun' lewat SMS, telpon maupun langsung  face to face saat bertemu. Rata-rata inti petuahnya adalah 'jaga kesehatan dan perbanyak ibadah untuk mensyukuri nikmat-Nya'.
Sesuatu banget!


Anak dan isteri juga memberikan ucapan selamat. Mereka yang pertama kali mengenang hari lahirnya si Ayah yang sering marah-marah, galak dan sedikit pelit (hehehe).

Tradisi keluarga jarang sekali memberikan kado/hadiah  sebagai pelengkap sebuah perayaan. Kami hanya saling meluangkan waktu untuk menikmati makan bareng di tempat yang lebih layak dibandingkan meja makan di rumah. Dan ini yang kami lakukan, makan malam di sebuah resto seafood.

Saya, isteri dan anak lanang (saya menyebutnya 'sithole') memesan beberapa jenis masakan hidangan laut. Isteri makan sedikit karena katanya, dia lagi pengin diet. Ya sudah, ini kesempatan buat saya dan sithole untuk menyikat habis semua pesanan. Saya dan sithole masing-masing menghabiskan 2 porsi nasi putih. Menu masakan yang terdiri dari kepiting, kerang, cumi-cumi dan ca kangkung langsung ludes oleh kami berdua dan ditutup dengan minum es jeruk. Sungguh nikmat karena kami bisa berkumpul malam itu. Note: Saya sering pulang larut malam dan melupakan jam makan bareng di rumah.

"le, mana hadiah untuk ayah?" tanya ku setelah acara makan selesai.
"ibu juga kasih hadiah?" tanya sithole.
"weleh-weleh … ditanya kok malah balik nanya. Piye tho?"
"iya, ibu kasih hadiah buat ayah apa enggak?" tegas sithole.

"ibu sudah kasih, sekarang giliran hadiahmu." Jawab isteri.
"apa hadiahnya?"
"ada deeehhhhh …"
"waahhh … "
Saya dan isteri hanya senyum melihat tingkah sithole.

"emang ayah pengin hadiah apaan?" tanya sithole.
"emmm … apa ya? Emang kenapa?"
"ya nanti pulangnya, kita beli dulu hadiah buat ayah." Kata sithole.
"emang kam punya duit kok mau belikan hadiah buah ayah?" tanya isteri
"yeee … siapa yang mau belikan?"
"lah itu tadi …"
"kan tadi aku bilang KITA beli hadiah, bukan aku lhoo. Ya nanti ayah pilih saja hadiahnya dan ayah yang bayar sendiri. Aku dan ibu nemani ayah saja. Lagian kan aku belum kerja jadi ya enggak punya duit." Kata sithole.
Hahaha … saya dan isteri langsung tertawa lebar.


Ah, sithole … kalau kamu mau belajar yang rajin, nurut ama orang tua dan mau ngaji plus ibadah, itu sudah menjadi hadiah terindah yang ayah dapatkan.
Semoga …

Tangerang, 9 desember 2011

No comments: